Perayaan Malam

  • [Suseno]

    seperti kembang malam
    aku menyaksikan mereka bermekaran
    pada senyum senyum mengembang
    di antara kerlip lampu lampu
    dan gemuruh sorai ruangan
    pasca hujan hari lalu
    :guntur yang mengancam
    adalah sindrom mimpi yang menegangkan
    meledak bisul pada nanah
    dibasuh airnya

    dan pada tangis-senyum yang terlahirkan
    aku ada di tiap sudutnya
    setia
    meski tanpa kata apa apa

    dan ceriaku
    persis seperti lega yang kalian punya

    Semarang, 18 Desember 2009, 11.50

  • 4 thoughts on “Perayaan Malam

    1. Canggih, Pak!
      Dua sisi yang berbeda, dalam keseharian sebagai dosen dan dalam dunia sang penyair.
      Kapan-kapan mbog bacain puisinya di kelas, Pak! 😀

    2. kapan menjadi penyair…. penyair kelas kamar mandi kali…. (eh, kamar mandi kan penyanyi ya….) amin, semoga saja ada wangsit jatuh dan menjadi penyair…. tapi itu sandangan yang berat kok…. (abot sanggane, jawa).

    3. Amiinn.

      Meskipun penyair kelas kamar mandi namun karyanya tetap didengar negeri, kan Pak?
      Kami menunggu buku kumpulan puisinya loh!

      Bahasa Indonesia+Bahasa Jawa = Glokalisasi Bahasa.
      Uoaya pencegahan tergerusnya kultur budaya Jawa dari pengaruh globalisasi. Setuju itu, Pak!🙂

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s