Syair dunia

bait pertama baris pertama
adalah diciptanya wajah dunia
dengan vitur cantik nan jelita
semua goresan tangan
adalah syair warna pada kata
memulas kanvas menjadi lembaran lukisan
dengan bingkai kayu murni dan serasi dilengkapi percikan embun
pada tembok-tembok kusam hingga manis berseri
tak lupa kau pesankan
kudendangkan syair dunia
meski dalam duka, dalam suka
dalam suka, dalam duka
tetap kulantunkan dendang meski lirih bertambah lirih

  • kutemukan arsip lembaran kerjasama dunia
    yang jelas kau tuliskan kata dan syairnya
    setiap kita adalah lukisan kanvas
    menjadi kanvas yang melukis kanvas
    mempulas kanvas dan membingkai kanvas
    menjaga kanvas dari debu tetap pada tetesan embun
  • kusaksikan surya telah bergeser ke selatan
    aku tak tahu kapan ia beranjak dari tempat duduknya
    telah seharian kupulas kanvas itu
    hingga kulupakan syair-syair
    mestinya tetap kudendangkan pada semua untuk menghapalnya
    hingga disyairkan pada anak-anak mereka
    dikala pagi dan sore hari menjelang tidur malam
    hingga tak terlupa dikala terbuka mata

  • dan pada langkah kedua putaran dunia
    adalah langkah tujuhbelas selebihnya mestinya
    lukisan kanvas dan dendang syair dunia
    adalah pelalai luar biasa yang membawanya ke alam maya
    pada detik-detik terakir persinggahannya
  • kini tiada lagi pemulas kanvas serta pendendang syair dunia
    dengan sepenuh hati sepenuh jiwa
    hingga gelap melantap

  • Gunungpati, Smg, April 2005

  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s