Dzikir

malam biru
yang kabutnya beku
terus beranjak ke ujung waktu
meng-antar doa-doa
yang bertebar dipucuk-pucuk dedaunan
berpadu
siluet warna abu
temaram
terukir dalam gambar wajah-wajah gundah

  • taburan putih-hitam
    bercampur
    menjelma menjadi layar dunia
    dan pekat belantara
    berujung pada cakrawala
    entah dimana
  • dzikir mengalir
    dalam alunan melodi
    menjadi sinfoni maha tinggi
    yang tiada tertandingi

  • tumbuhkan bongkahan gunung es
    yang sejuk dirasa
    dan elok dimata
    menetas ngilu
    dalam menusuk kalbu
    pada sebongkah karang
    jauh di dasar bebatuan
  • aku terbang mencari jawaban
    menari hari
    pada satu keyakinan
    jalan-jalan Tuhan

    1. Yogyakarta, 19-9-2007
  • Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s